1. Kemampuan Desa

Pendapatan  Desa Kalipurwo secara agregat dapat dilihat dari Produk Domestik Regional Brutto per kapita. Data lebih lengkap dapat dilihat dalam tabel berikut

Sejalan dengan pembangunan infrastruktur pertanian dan luasnya sawah yang terairi irigasi dan pemilihan bibit unggul maka ada peningkatan PDRB pada sektor pertanian yang cukup signifikan yakni pada Tahun 2011 PDRB padi sebanyak RP 2,189,290,000 sedangkan di tahun 2012 sebanyak RP 2,622,000,000 dengan demikian ada kenaikan sebesar RP 432,710,000. Dengan demikian dapat diketahui laju pertumbuhan PDRB padi sebanyak 19,7%.

 

Sektor peternakan dan perikanan sebenarnya memberikan sumbangan PDRB cukup besar namun karena masih kurang efesien dalam perawatan dan pembelian bibit sehingga akhirnya hanya memberi sumbangsih yang sangat kecil. Sedangkan untuk sektor perdagangan dan lainnya belum ada data yang memadai untuk mendata kesemuanya sehingga di harapkan profil desa mendatang dapat lebih lengkap dalam memotret wajah perekonomian Kalipurwo. Berikut daftar PDRB yang dapat menggambarkan bahwa sektor pertanian adalah penyumbang utama perekonomian Desa Kalipurwo.

 Lapangan Usaha

PDRB

Padi

2,622,000,000.

 

Kedelai

612,500,000.

 

Kangkung

171,550,000.

 

Kacang Ijo

266,000,000

 

Kelapa

201,390,000.

 

Peternakan

2,490,000

 

Perikanan Darat

2,100,000

 

 

 

 

Secara total sektor pertanian telah menyumbangkan PDRB sebesar 3,672,050,000, hal ini menunjukan bahwa Desa Kalipurwo adalah desa yang bercorak agraris. Dengan peningkatan infrastruktur pertanian dan peningkatan SDM pentani dapat meningkatkan kesejahteraan penduduk.

Sektor-sektor lain yang perlu menjadi perhatian adalah sektor perdagangan dan industry kecil. Pada sektor perdagangan merupakan hal yang banyak mengalami penurunan, berdasarkan hasil musdus terdapat 53 pedagang yang terdiri dari pedagang kelontong dan pedagang makanan yang mengalami penurunan omset. Beberapa hal yang mempengaruhi adalah semakin banyaknya persaingan dan berdirinya minimarket. Untuk menghadapi hal tersebut perlu strategi khusus untuk dapat meluaskan pasar dan mengelola perdagangan dengan baik. Hal ini juga didukung dengan adanya pasar tradisional di Desa Kalipurwo seluas 4200 m2 yang jika dikemas dengan baik dapat menjadi sarana pendorong untuk meningkatkan omset 53 pedagang yang terus menurun. Sektor industri kecil yang menghadapi permasalahan adalah industri tape, lanting, sale, makanan dan konveksi. Dari sector tersebut yang menghadapai permasalahan sebanyak 34 industri kecil menengah dengan permasalahan yang hampir sejenis yakni permasalahan mencari lahan pemasaran dan masalah permodalan.

Desa Kalipurwo merupakan Desa Pertanian, Perdagangan dan UMKM, maka sebagian besar  penduduknya bermata pencaharian sebagai petani, pedagang, pengrajin namun untuk pendataan berapa besar PDRB yang disumbangkan persektor belum dapat dihitung.

 

 

TABEL  3

                     MATA PENCAHARIAN

 

No

Mata Pencaharian

Jumlah

1

Petani

1339      orang

2

Buruh Tani

  1603     orang

3

Pedagang/ Pengusaha/ Wiraswasta

      11     orang

4

Pengrajin

        6     orang

5

PNS / Polri/ TNI / bidan

      33     orang

6

Sopir

      10     orang

7

Karyawan swasta

   34        orang

8

Tukang kayu/ Batu

      20       orang

9

Guru swasta

        6       orang   

10

Perawat

        1       orang   

11

Bidan

2      orang

12

Montir

    9      orang

13

Guru swasta

     6     orang

14

Peternak

   24    orang

Link Download Peta Ekonomi Desa

Ditulis Oleh :
Pada : 30 April 2014 17:24:11 WIB

Komentar Artikel Terkait

Fachruddin Tri U
17 November 2014 13:12:05 WIB

Berkata, Upaya yang bagus membangun profil, tapi sebelum menampilkan data PDRB tolong belajar dulu tentang PDRB dan Nilai Tambah biar para pembaca tidak salah pengertian karena ini dibaca banyak orang. tks.

Roy Suryo
09 Mei 2014 20:11:33 WIB

Berkata, JOS GANDOS


09 Mei 2014 20:07:26 WIB

Berkata, Lanjutgan

Post Komentar :


Nama
Alamat Email
Komentar